Postingan

Karena Kita tak Pernah Sama.

Laki-laki itu berlari menuju ke dalam stasiun setelah memarkirkan motornya. Ia menyerobot beberapa kerumunan orang. Beberapa saat ia berhenti. Melihat sekeliling untuk mencari tahu dimana orang yang dicarinya. Ia berlari lagi, berhenti, dan tak menemukan apapun. Ia pun duduk di kursi ruang tunggu penumpang. Mukanya tampak pucat, mungkin karena lelah. Ia menompangkan kedua tangannya pada kaki, dan kepalanya menunduk. Ia putus asa. Ia ingin marah pada dirinya sendiri. "Hey..." Tiba-tiba ada suara seorang gadis menyapanya. "Kamu ngapain di sini?" Lanjut gadis itu. Laki-laki itu-pun menengadahkan kepalanya. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia belum terlambat. "Kamu belum berangkat?" Hanya kata-kata itu yang bisa ia ucapkan. Gadis itu duduk di sebelahnya. "Belum, keretaku masih setengah jam lagi." "Aku tadi buru-buru ke sini begitu ingat bahwa kamu akan pergi hari ini." Ia menghela nafas, mencoba mencari ketenangan dalam ...

Selamat Ulang Tahun, Cinta Pertama.

Aku pulang, membawa hatiku. Mengukir jarak sejauh takdir membawaku. Setidaknya, jarak ini bisa membuat aku sedikit lupa tentang kita, meskipun aku tau, sejauh apapun kakiku melangkah, sejauh apapun takdir membawaku, kamu akan selalu ada. 30 hari yang lalu terasa seperti mimpi, namun, sisa-sisa pesan singkatmu yang masih belum ku hapus menyadarkanku bahwa, kita memang mengukir lagi kenangan 30 hari yang lalu. Kita bertemu, melewatkan malam bersama hingga suaramu terdengar riuh di handphone-ku sampai pagi menjelang. Kita berbicara tentang banyak hal. Tentang mimpi, tentang pekerjaanmu, tentang kuliahku, tentang keluargamu, tentang keluargaku, tentang masa lalu kita dan tentang kekasihmu. Semalam saja rasanya tak cukup untuk bisa menghabiskan waktu bersamamu. Namun, aku tahu, aku tak bisa lama-lama bersamamu atau menemuimu. Bagiku, perpisahan denganmu adalah perpisahan termanis yang pernah aku rasakan. Aku memang bersedih, tapi ada kelegaan dalam hatiku. Mengetahui bahwa rinduku dan...

Untuk DuaMaret-ku

Aku kangen kamu, kangen banget sama kamu. Itu hal pertama yang pengen aku tulis buat kamu. Aku ga pernah tau gimana caranya mengutarakan ini sama kamu, karena aku gak tau, gimana caranya mengutarakan perasaan sama orang yang udah jadi milik orang lain. Kayaknya aku salah ya ngijinin kamu dateng ke rumah kemarin malem. Rasanya kayak ngebuka kotak lama yang udah kita tutup rapat-rapat. Begitu dibuka, isinya berhamburan, Kenangan. Hasilnya jadi gini, aku bimbang, kamu-pun juga. Tapi seharusnya gak ada yang perlu dibimbangin lagi diantara kita. Jalan kita udah beda, gak lagi sama. Kamu dengan jalanmu, dan aku dengan jalanku, yang tanpa kamu. Karena diantara kita, ada tabir gak bisa kita tembus hanya dengan cinta. Ada jarak yang gak bisa kita sentuh hanya dengan cinta.  Ada banyak hal yang pengen aku kasih sama kamu, ada banyak hal yang pengen aku bicarakan sama kamu, ada banyak cerita yang ingin aku bagi sama kamu, ada banyak mimpi yang ingin aku ceritakan sama kamu, tapi aku...

Unfaithful

 Dulu, aku masih sering berpikir kenapa orang-orang dengan mudahnya saling mengkhianati, mengingkari janji. Ada dari mereka yang pada akhirnya tak setia, setelah katanya bilang sangat mencintai pasangannya. Namun pada akhirnya, aku mengerti, perasaan bisa berubah, hati seseorang bisa berubah. Aku mengerti betapa terlukanya mereka yang cintanya terabaikan oleh mereka yang pada akhirnya memutuskan untuk berpaling pada yang lain. Patah hati, yang lukanya bahkan tidak bisa diobati dengan penawar apapun. Aku merasakan itu, sekarang. Dia, yang tiga tahun terakhir bersamaku, yang kuyakini tak akan seperti mereka yang berpaling, akhirnya pergi juga. Aku sadar, bahwa adanya jarak dihubungan kita setahun belakang ini juga membuat hati kita berjarak juga. Dia diujung sana, dan aku disini. Waktu bertemu kita berkurang, tak seperti dulu, saat masih duduk di bangku SMA, dimana kita masih bisa bertemu hampir setiap hari. Tapi, rasanya tak ikhlas. Semua pengorbanan seakan menguap tak berbekas...

Masih Kepada Kamu

Aku menulis ini saat rinduku tengah lumpuh ditengah jalan, bersama cintamu yang tengah bersemi di hati yang lain.Masih kepada kamu, topik utama dalam perbincanganku dengan Tuhan. Aku yang masih menyimpan rasa ini dengan baik dan kamu yang sedang membaginya dengan yang lain. Aku ingin menangis, karena rasanya tak kuat lagi untuk manahan sesak yang semakin menumpuk. Kalau tau akan seperti ini lagi, lebih baik jangan datang. Jangan tanamkan harapkan kalau pada akhirnya kamu juga yang membuat harapan itu mati. Ini tangisan yang entah untuk keberapa kalinya. Aku tak bisa perlihatkan didepanmu, aku tak bisa katakan pada semua orang, aku hanya ingin menangis, sendirian, hingga isaknya tak pernah terdengar ditelingamu. Kita hanya dua orang yang pernah berpapasan, tapi tak pernah ditakdirkan untuk bersama. Aku tidak dapat memahami jalannya takdir, kita selalu menemukan cara untuk kembali saling menatap, tapi pada akhirnya kamu yang berpaling terlebih dahulu. Dan kita, kita menjadi dua or...

Aku Ingin

Aku terlalu percaya bahwa dunia ini sudah terlalu dipenuhi dengan orang-orang jahat, tapi kamu datang dan membuatku percaya bahwa masih ada orang baik di bumi yang semakin tua ini. setidaknya, itu khayalanku tentang kamu. Aku ingin kamu datang. Entah berapa tahun lagi. Dan hingga saat itu tiba, aku hanya ingin mendengar kamu berkata "aku pulang", dan ku mohon, jangan pergi lagi.   Aku ingin menikmati bumi yang semakin menua ini bersamamu, hingga renta. Hingga rambut kita memutih, hingga kita tak bisa membedakan nama-nama cucu kita kelak.  Aku ingin menjadi alasanmu pulang. Alasanmu untuk tidak berlama-lama diluar rumah. Alasanmu untuk memperbaiki masa depan. Karena aku ingin, masa depan adalah kita, kamu dan aku. Aku ingin menjadi tempat terbaikmu berteduh ditengah panasnya dunia yang semakin menyengat. Aku ingin menjadi orang yang akan berbagi dongeng denganmu sebelum tidur hingga kita sama-sama terlelap dalam dekap hangat.  Aku akan belajar memasak un...

Penghujung Tahun dalam Kenangan

Dua tahun lalu kamu pernah berkata "tahun baru kita ke bromo ya, kita lewatin malam tahun baru disana, bareng sama temen-temen aku juga." Dua tahun lalu, kamu bilang bahwa tahun-tahun berikutnya, ingin kamu lewatkan bersamaku juga. Dua tahun lalu, kamu bilang bahwa "gak nyangka ya bisa sejauh ini sama kamu." Iya, itu 2 tahun lalu. Sebelum akhirnya kita berpisah dan semua yang ku tuliskan tadi hanya harapan yang belum sempat terwujudkan oleh kita. Kamu menjadi orang yang begitu ku kenal, sebelum akhirnya menjadi orang yang terlalu asing bagiku. Melewatkan malam pergantian tahun bersamamu masih menjadi mimpi yang ingin ku jadikan nyata. Namun, percuma saja jika sekarang kamu tak lagi bersamaku. Bahkan dua tahun lalu, kita berpisah tepat satu minggu sebelum malam pergantian tahun. Dua tahun lalu, penghujung tahun menjadi cerita yang sempat tak ingin ku ingat lagi. Aku benci gerimis dipenghujung desember, padahal sebelumnya aku penikmat hujan yang baik, aku jug...