Postingan

gaktau ini apa :))

nyatanya, aku masih mengepal harap dalam semoga. terus bergelayut dalam rasa yang sebenarnya tidak mungkin menemukan tuannya. aku masih berdiam dalam rasa yang sama, rasa yang  dulu kau ciptakan untuk kemudian kau tinggalkan tanpa akhir. bagaimana kau bisa menumbuhkan rasa pada hati yang berbeda dalam waktu yang sama, tapi aku? aku hanya percaya, kamu satu-satunya. iya, aku menjadikan kamu satu-satunya dan kamu jadikan aku yang kesikian. seandainya detak jam bisa kuberherntikan semauku. aku ingin menjedanya sebelum aku mengenalmu. lalu kuhapus bagian dimana ada kamu didalamnya, dan kemudian memutarnya kembali saat semua sudah terhapus. bukan, bukan karena aku menyesal mengenalmu. aku sungguh berterimakasih padamu, kamu sudah banyak memberiku pelajaran hidup. ini hanya bagian dari caraku menyembuhkan luka. aku hanya ingin lepas dari bayang-bayang, tentangmu. mengingatmu sama artinya dengan mengungkit luka. dulu, kupikir kau merengkuhku, membangkitkan kejatuhanku, tapi ternyata, ...

Seharusnya Kita

Seharusnya, aku tidak mengabaikan ketika kau dekat. Seharusnya aku peduli ketika kau juga peduli. Dan seharusnya, memang seharusnya.. kita mengesampingkan ego untuk hati yang sudah saling terpaut. Berkali-kali aku mencoba menyembunyikan luka ketika pengabaian itu masih saja kau berikan. Menepikan segala ketidakpedulianmu. Mencoba menulikan telinga dan menutup mata dan meyakinkan diri bahwa aku baik-baik saja. kautau rasanya jadi aku? Tapi, aku tidak akan membiarkanmu merasakan rasanya jadi aku. Iya, aku mencintaimu. Dan seseorang yang mencintaimu dengan tulus tidak akan membiarkan kamu terluka. Bisakah kita sama-sama mengesampingkan ego.  Lupakan luka yang pernah kusebabkan dan aku akan melupakan luka yang (mungkin) kau sebabkan. Bagaimana bisa kita sama-sama terluka sementara diantara kita tidak pernah ada penyatuan? Kalau aku menyebutnya ini dengan cinta, bolehkah? Aku tidak punya kemampuan untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi diantara kita. Ketika aku berjuang ...

Jatuh untuk Bangkit

“ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia.. melainkan awal dari sebuah kehidupan baru” – Kahlil Gibran Benar memang, melepaskan memang bukan hal yang mudah. Ketika sudah terlanjur mencintai, kita tidak bisa dengan mudah melepaskan. Mungkin sampai saat ini melepaskan masih jadi satu hal yang sulit untuk dilakukan. Entah apa penyebabnya. Mungkin terlalu cinta, sayang, berarti atau apapun itu namanya. Tapi, melepaskan juga kadang jalan terbaik yang harus dilakukan. Ketika sudah tidak ada yang perlu di pertahankan dalam hubungan, apalagi yang bisa kita lakukan selain melepaskan. Melepaskan memang sulit, tapi akan lebih sulit jika kita bertahan dalam kesakitan. Kadang, kita juga harus belajar merelakan. Tidak semua hal yang kita kehendaki dalam hidup bisa tercapai.  Kadang, mata kita terlalu tertutup untuk melihat mana yang terbaik. Padahal jika kita  berani membuka mata, ada banyak s...

Kekuatan Doa

Lewat tulisan ini saya hanya ingin berbagi pengalaman. Tentang kekuatan doa. Yang dapat memungkinkan segala hal yang menurut kamu itu tidak mungkin. Beberapa bulan lalu, saya melewati ujian nasional. Siapa yang tidak takut menghadapi ujian nasional? Sekalipun orang itu cerdas, pasti ada juga kegelisahan dalam hati mereka tentang ketakutan menghadapi ujian nasional. Waktu itu, saya masih belum menguasai beberapa materi, tapi saya tetap berusaha belajar menguasai materi itu. Saya tetap belajar, mengikuti bimbingan diluar sekolah sebelum ujian. Sampai hari itupun tiba, tidak ada yang bisa saya lakukan selain berdoa setelah sholat ataupun waktu hendak memulai ujian. Meminta doa kepada orang tua setiap hendak berangkat sekolah. Saya hanya bisa meminta doa secara langsung kepada papa. Mama saya jauh, ada di Jawa Barat. Sedangkan saya di Jawa Timur. Saya sedih, ketika semua anak bisa meminta doa kepada ibunya secara langsung, mencium tangannya, memohon doa restu hingga mencium kaki ibuny...

:))

niatku cuma ingin mencintai dia. masalah dia cinta sama aku atau engga, itu terserah dia. begitu katamu. kata-katamu sedikit membuka celah mata hatiku. bahwa mencintai memang bukan masalah kita harus membuat dia mencintai kita, atau dalam arti mungkin berharap dia membalas perasaan kita untuk dia. tapi mencintai itu tulus, tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan apapun. aku salut. seperti itulah apa yang kamu lakukan untuknya. dan seperti itupula, apa yang akan aku lakukan padamu. telingaku seakan tuli, mataku dibutakan. cinta seakan membodohkanku dari realita. mencintai seseorang yang jelas-jelas memberikan cintanya pada orang lain. sedalam itukah perasaanmu untuknya? apa tidak ada sedikitpun celah di hatimu untuk mengganti namanya dengan namaku. sedalam itukah hingga kau menepikan segala ketidakpedulian yang dia lakukan padamu dan kamu tetap menunggunya. dan ya, aku cukup mengerti rasanya diabaikan, darimu. teruslah  mencintainya tanpa pamrih. dan aku akan mencintaim...

Hujan Punya Cerita tentang Kita

jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan, seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan. seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun. cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku. namun, mengapa resahyang jutru merajai kita? Padahal, katanya cinta sanggup menjaga. Aaku ingin kau tahu, diam diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu. Aku mencintaimu. Selalu. Dan mereka tak perlu tahu ... kutipan sebuah novel Hujan Punya Cerita tentang Kita Yoana Dianika 

kamu...

hai, selamat malam kamu yang berhasil mencuri hatiku dan membiarkannya terombang-ambing. Membuatku terjebak dalam rasa yang akhirnya menyakiti diriku sendiri. Kalau boleh aku memilih, bukan kamu yang ingin aku cintai. Tapi kamu berhasil mengetuk hatiku dan masuk tanpa permisi sebelum aku mempersilahkan masuk. Siapa yang mengijinkanmu menggetarkan hatiku? Siapa yang mengijinkanmu berdiam lama-lama dalam otakku? Lalu siapa yang mengijinkanmu mengisi setiap ruang kosong di hatiku. Kini, setiap sudutnya terisi namamu. Aku mengerti rasa ini mulai menjalar ke arah cinta. Tapi haruskah aku berkata iya pada hati yang kemungkinan besar akan membuat luka? Dan akhirnya. Kau berhasil. Dalam kurun waktu yang cukup singkat kau membuatku jatuh dalam lorong-lorong cinta yang akhirnya membuatku terjebak dalam rasa yang tak bisa kuhindari. Keluarkan aku dari sini. Aku ingin bebas, lepas. Tanpa rasa yang menjerat. Tanpa hasrat untuk ingin memiliki, kamu. Mengertikah? Semua ini sudah menjalar sem...