Postingan

:)

Halo mas gendut. Pasti kamu lagi sibuk sekarang, iya aku tau kok. Kamu punya dunia baru sekarang. Sebelumnya maaf, lagi-lagi aku menulis tentangmu. Entah ini untuk yang keberapa kalinya, tapi lagi-lagi aku katakan aku tak pernah bosan menuliskan hal ini. Serasa baru kemarin kita bisa saling menyapa seperti dulu. Tapi sekarang, kita kembali lagi pada masa dimana kita seperti tak pernah saling mengenal. Lewat kata yang mungkin tak kau baca, aku ingin menceritakan banyak hal. Aku tau, kau tak kan lagi mau mendengar ceritaku seperti dulu. Sudah ada dia yang berbagi ceritanya denganmu. Maka dari itu, aku mengibaratkan tulisan ini seperti kamu. Agar aku masih bisa merasa bahwa kamu ada dihadapanku, siap mendengarkan ceritaku. Seperti dulu. Aku sudah lolos ke perguruan tinggi negeri, tinggal satu langkah lagi aku bisa menjadi maba di universitas itu, tapi sayang bukan jurusan sastra indonesia ataupun psikologi seperti yang dulu sering ku ceritakan. Bisakah kau berikan aku semanga...

Selampir Ingatan Masa Lalu

Hari yang indah ku jelang dengan senyum manis pada dunia yang telah mengijinkanku tinggal di sini lebih lama lagi. aku berharap hari-hariku akan selalu ku sambut dengan senyum dan dunia kembali tersenyum kepadaku. Aku ingin selalu bahagia walau hatiku menangis meronta kesakitan dengan segala duka dan derita. Malamku hanya berteman dengan bintang dan rembulan. Kala sepi hatiku terjerembab dengan ingatan masa laluku yang masih lekat dalam ingatan dan hati kecilku. Aku sadar dari lamunan masa laluku. Aku masih sangat mencintai dia meskipun aku tau dan sadar cinta ini takkan mungkin bertemu dan bersatu. Bagiku dia adalah anugrah terindah, bersamanya aku bisa memaknai cinta dan sebuah kehidupan. Jauh di relung hatiku, aku masih sangat mencintai dia dan mungkin takkan ada cinta yang seperti ini lagi selain cinta yang aku rasakan padanya. Tuhan, aku yakin .. Keadilan akan datang kepadaku dan kebagahagiaan setia menungguku, serta akan temani hari-hariku. sepucuk sur...

Jadikan Aku Tujuan, bukan Persinggahan

Aku terlentang, menatap langit-langit kamar. Apa sebenarnya yang salah dari diriku? Aku mungkin terlalu tidak sempurna seperti yang kau minta, hingga saat ini kau belum bisa benar-benar menetap untukku. Kamu tak pernah menganggapku sebagai tujuan. Hanya persinggahan, dimana ketika kau lelah mencari lalu kau menolehku lagi. Kamu datang untuk pergi, lagi. Dan, selalu seperti itu. Entah kenapa aku masih saja mau bertahan seperti ini. Kamu seakan-akan tak pernah peduli. Yang kau tau hanya aku akan menerimamu kembali setelah apapun yang kau lakukan. Kau senang jika aku kesakitan? Melihatmu berkeliaran mencari dan bersama wanita lain. Ketahuilah, ini tak mudah bagiku. Kalau kau bilang kini aku mulai membencimu, kau salah! Sepicik itukah pemikiranmu? Kau tahu perasaanku bukan? apa kau pernah melihat sorot kebencian di antara bola mataku ketika melihatmu? Sayang, harus berapa lama lagi aku bersabar melihatmu seperti itu? Kau bilang aku ini apa yang kau mau. Tapi, apa yang kau laku...

Merelakan

“ri jadi nonton gak sih? Udah siang nih, gue bete di rumah terus” ucap Sandra kepada ari di ujung sana. “iya san jadi, sama anak-anak juga ya, ini gue lagi ngumpul di rumah tyo nungguin yang lain. Kita langsung ketemu di bioskop aja. Oke” ucap ari mencoba menenangkan sahabatnya yang sepertinya sudah gelisah karena menunggu. Dengan wajah kesal Sandra mengendarai motornya menuju bioskop. Dalam perjalanan, muka muramnya berubah, dia tersenyum pada sekelilingnya. Entah apa yang dirasakannya, tapi baginya di saat terpuruk atau hatinya sedang bersedih, dia lebih suka sendirian. Walaupun kadang dia juga butuh teman-temannya untuk sekedar membuatnya tertawa. Baginya, bercerita apa yang di rasakannya pada siapapun akan percuma. Mereka hanya mencoba mengerti tapi tidak pernah benar-benar mengerti. Bagi Sandra, tidak ada yang bisa mengerti dia selain dirinya sendiri. Dia lebih suka tempat yang sepi, tenang, tanpa hingar bingar dunia, tanpa keramaian, menurutnya semua itu menenangkan.Dia ...

Untuk.. (Haruskah Ku Sebut Namamu)

Entah harus memulai dari mana, yang jelas aku hanya ingin mengutarakan maksud perasaanku disini. Untuk kamu, manusia sederhana yang bisa membuatku seperti ini. Entah harus ku sebut apa perasaan ini, tapi sungguh melihatmu kadang membuatku tersenyum, kadang membuatku menangis tak terisak, kadang membuat mataku sayu tertegun. Ya, hanya dengan memperhatikanmu dari jauh, dari jauh!  Mungkin aku terlalu pengecut. Bahkan untuk mengajakmu berbicarapun aku tak berani. kata-kata sederhanamu dalam dunia maya mengantarkanku pada dercak kagum yang tak dapat kudefinisikan. Ini lebih lebih dari sekedar kagum! Entah, mungkin suka? Cinta? Sayang? Atau apapun itu. Dan semuanya menjadi semakin dalam, ketika pesan singkatmu menjadi deret utama daftar inboxku. Kata demi kata yang kau tulis dalam pesanmu, entah mengapa selalu bisa membuatku tersenyum bahkan tertawa tak terbahak. Mungkin ini yang namanya jatuh cinta.  Tapi, aku telah kehilangan semua itu. Perhatian-perhatian sederhanamu sudah tak l...

Untukmu, Aku Rela Menunggu :)

"28 februari 2013 Try out selesai. Beberapa minggu lagi ujian nasional datang. Aku semakin takut. Tapi aku tau, segalanya harus kuhadapi. Sebentar lagi aku akan meninggalkan sekolah ini. Masa SMA akan segera berakhir, kisah tentang putih abu-abu akan segera berlalu. Suatu saat nanti aku pasti akan merindukan masa-masa ini. Apalagi alvin, dia yang beberapa bulan terakhir ini menemaniku, kekasihku. Segala kenangan manis kami ukir disini. Tapi sayang, sebentar lagi dia akan melangkah jauh. Bukan untuk meninggalkanku, tapi untuk mengejar mimpinya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya mendukung segala keputusannya. Aku bangga dia punya mimpi yang besar. Meskipun harus melanjutkan kuliah di negeri orang dan jauh dariku. Aku tidak bisa membayangkan ketika harus jauh darinya. Bagaimana aku bila tidak ada dia. Siapa lagi orang yang bisa kuajak bercerita kalau dia jauh. Siapa yang mau mengingatkan aku lagi ketika aku salah. Siapa lagi yang mau meredam emosiku ketika aku kesal. Hanya di...

Yang Tidak Pernah Kamu Tau

"Ada yang datang di saat yang tidak tepat, menyisakan beberapa gundah, membuat cinta terbagi. Menyesakan dada, lalu membuat luka" Cinta memang tidak pernah salah, pada siapapun, termasuk pada mereka yang bersahabat. Pada mereka yang menganggap bahwa semula hanya perasaan biasa, menganggap teman, hingga akhirnya berbeda. Mungkin pertemanan di antara laki-laki dan wanita selalu di sertai ketertarikan satu sama lain, atau hanya beberapa dari mereka. Seperti kamu, aku, dan mereka di balik kita. Mulai dari perhatian-perhatian biasa hingga menjalar dari hal yang di luar batas pertemanan. Tak ada hukum yang melarang memang, juga tak ada orang-orang yang menghakimi. Hanya saja apa yang kita mulai ini salah. Bagimu memang tak salah, kamu memikirkan hatimu, hanya hatimu. Apa kamu peduli bagaimana perasaan kekasihmu ketika tau kamu mencintai gadis lain? Apa kamu tau bagaimana perasaanku ketika tau, kamu mencintaiku dengan posisimu yang saat ini masih memiliki dia? Ya, kamu memang tak pe...