Postingan

Hallo Scorpio ...

Hallo scorpio? Apa kabar? Kamu baik-baik saja kan? Tentu saja. Yang ku yakini tuhan pasti menjagamu dengan baik. Bagaimana kehidupanmu sekarang? Jauh lebih baikkah? Semoga saja demikian. Sudah lama kita tidak bertukar kabar semenjak kita memutuskan untuk tak lagi bergenggam tangan. Ngomong-ngomong, siapa wanita yang menyelipkan jemarinya di sela-sela jemarimu saat ini? Lebih tepatnya, siapa wanita yang menggantikan posisiku saat ini. Sudahlah, bukan hakku untuk mengetahui hal itu. Hey seseorang berzodiak scorpio. Kenapa pagi ini mengingatkan aku kepadamu? Padahal kemarin, kemarin dan kemarin semenjak kau pergi, aku bisa menjalani pagiku dengan baik. Menyambut mentari dengan senyum, tapi untuk kali ini, jauh dari dugaanku, kamu mengendap-endap masuk dan kembali berkeliaran dalam pikirku. Oh scorpio .. Bisakah kau berhenti menjual bayang-bayang. Aku tak ingin lagi berada didalamnya. Bawalah pergi bayangmu layaknya ragamu yang menjauh pergi. Kamu ingat dengan hujan? Semenjak kamu perg...

Diakah yang Terbaik?

lelah, lelah, lelah aku berjalan selangkah ku temukan pemilik rusuk ini namun kenyataan tak berpihak  seperti apakah rusukku ini tuhan? saat ku merasa dialah itu, Kau berkata bukan  saat ku yakin dialah, Kau berbisik tidak  detik ini, ku merasa yang sama namun, apakah jawabanMu Tuhan? tetapkah seperti yang dulu? takutku jatuh dari yang lalu yakinku dialah itu, Tuhan Tunjukan dia yang pantas untukku serah diri ku padaMu saat ini, dia yang ku ingin  dia yang terpantas  dekatkan dia kepadaku teguhkan fokusku padanya  ku yakin, semua pada waktunya akan indah ... puisi buatan Daniel Christian Adisurya :D

6 Paragraf Buat Kamu

Sebenarnya aku sudah lelah untuk menunjukan maksudku. kamu masih saja diam dan enggan mau mengerti. Lalu? Apa yang bisa ku lakukan lagi? Sepertinya tidak ada. waktu terus merangkak maju tanpa mau peduli, dia tetap berlalu. Detik berganti menit, menit berganti jam, dan jam berganti hari. Begitu cepat. Sama halnya seperti kita, berlalu begitu saja tanpa bicara apa yang seharusnya dibicarakan. Hanya diam, enggan menjelaskan, enggan mengerti, dan enggan memahami. Kita sudah begitu dekat, bahkan sangat dekat. Hingga tumbuh detak jantung yang berdegub kencang, tumbuh kupu-kupu yang menari dalam perut, menggelikan, membuat tertawa dalam lamunan. Mungkin itu yang mereka sebut, CINTA? Entahlah .. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Melupakanmu? Menunggumu? Atau membiarkanmu pergi? Yang ku tau hanya aku mencintaimu. Kadang, kamu seperti ilusi yang tak pasti. Membuai perasaanku dengan lembut, namun kadang menghempaskannya menjadi serpihan. Semua tentangmu yang kini tak jelas membuatku takut u...

Surat Kecil Untuk .......

Halo? Apa kabar kamu disana? Semoga kamu selalu dalam lindungan tuhan. Sebenarnya aku tidak ingin menulis surat ini kepadamu karena rasa kecewaku masih saja mengganjal. selain itu aku juga takut jika lagi-lagi air mataku harus terurai. Namun, aku merindukanmu.  Apa kamu masih sama seperti yang dulu? Jutek, cuek dan menyebalkan yang selalu membuatku kesal? Seperti apa kamu disana? Apa kamu masih menyukai senja seperti dulu saat kamu menceritakannya padaku? Apakah di sana juga ada senja? Apa kamu mengingatku ketika kamu melihat senja? Kamu tau, aku merindukanmu ketika senja tiba. Aku melihat ada bayangmu di sana, wajahmu tersenyum menatapku dan berucap lirih "aku merindukanmu di sini". Aku kecewa kamu meninggalkanku begitu cepat. Aku masih membutuhkanmu di sini. tak bisakah kamu bayangkan bagaimana hidupku bila tak ada kamu di sini? Seandainya waktu bisa ku putar dan ku kembalikan seperti sebelum kamu beranjak pergi, aku ingin menahanmu dan berkata jangan pergi. Namun takdir be...

Bukan Salahmu

"Dan untuk kali ini saja, biarkan aku menjadi munafik, yang berkata bahwa aku baik-baik saja, padahal aku tidak baik-baik saja. Biarkan aku berucap aku turut berbahagia padahal aku menangis" Bukan salahmu memang jika kali ini aku terluka. Aku yang mencintaimu, bukan kamu yg mencintaiku. Salahku membiarkan rasa ini terlarut begitu dalam. Salah ku mengagumimu lebih dari seharusnya. Salahku juga karena telah mencintaimu diam-diam. Memperhatikanmu dari jauh. Dan sungguh, aku tidak menyesal telah melakukan itu. Karena bagiku, membiarkan rasa ini ada adalah kebahagiaan tersendiri. hal itu pernah membuatku tertawa, membuatku merasa ada debaran jantung yang tak biasa, membuatku merasakan gelinya kupu-kupu yg menari dalam perut. Walau ada luka yang menggores, tapi sekali lagi ku jelaskan, ini bukan salahmu. Sebenarnya, ada rasa tak biasa yang selama ini ku pendam diam-diam, untukmu. Dan kamu, hanya menganggap aku hanya sekedar teman, sementara harapanku lebih dari itu. Kita pernah ter...

Mungkin Semua Karena, Cinta ...

"Sepertinya perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita. Mungkin dengan itu aku dan kamu bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Kita sudah saling berbeda. Tak lagi berpendapat yang sama. Terimakasih untuk segala hal yang pernah kamu beri dan maaf untuk setiap luka yang pernah tergores di hatimu karena ulahku” Itu kata-katamu yang masih teringat jelas di otakku. Yaa, kata-katamu beberapa bulan yang lalu. Saat tiba-tiba saja kamu memutuskan hubungan kita. Ini bukan yg pertama, tapi untuk yang kesekian kalinya. Sudah bisa di tebak memang jika kamu akan seperti ini. Tapi sadarkah kamu jika aku masih saja merasakan luka sekalipun hal ini sudah kamu lakukan berkali-kali ? Sepertinya kamu memang tidak mau peduli, bahkan untuk mengetahuinyapun kamu tidak akan mau. Hari ini, tiba-tiba saja aku merindukanmu. aku mengingat segala hal tentang kita. Betapa kita pernah melalui segala hal bersama-sama. Kita pernah melukis sebuah kisah yang sampai saat ini masih lekat dalam pikirku. Kamu pernah m...

Tuhan, Ini untuk ibu :)

Tuhan, aku ingin bercerita lewat tulisan ini. Apakah Kau ada waktu untuk sekedar mendengar atau membacanya ? bodoh, seharusnya aku tidak perlu bertanya seperti itu, aku yakin Kau selalu punya banyak waktu untuk makhluk ciptaanmu ini. Tuhan, maaf jika kali ini aku mengeluh lagi. Bukannya aku ingin protes, hanya saja aku sedikit lelah. Aku menahan sesak ketika menulis ini karena menahan rinduku yang teramat besar kepada ibuku. Tuhan, bagaimana kabar ibuku di sana ? apakah Beliau baik-baik saja ? apakah Kau selalu melindunginya seperti Kau melindungiku di sini. Ku harap beliau selalu dalam lindunganMu. Apakah lengkungan di bibirnya itu selalu ada seperti saat ketika beliau bergurau denganku? apakah tangannya masih sehangat ketika beliau menggandengku? apakah suaranya masih merdu seperti ketika beliau bernyanyi untukku? dan apakah tubuhnya masih kuat seperti dulu saat beliau masih kuat untuk menggendongku? Tuhan, aku tidak pernah meragukanMu, aku yakin Kau tetap menjaganya untukku. Dulu ke...