Aku tidak tahu mengapa kamu selalu ada. Dalam setiap bayang ketika aku terpejam. Ketika aku lelah dan ingin terlelap, kamu hadir bagai klise yang selalu ingin terlihat. Sungguh, aku tak ingin seperti ini, aku ingin berhenti. Seringkali aku mengabaikan, seringkali aku memikirkan dan membayangkan hal lain agar bayang senyummu tak lagi ku lihat, namun ternyata itu percuma. Aku tak tahu apa dan bagaimana. Bagiku kamu hanyalah kawan lama yang sudah tak pernah ku temui lagi, tapi entah kenapa, aku selalu memikirkanmu bahkan ketika aku tidak tahu kamu dimana, bagaimana kabarmu, bagaimana kuliahmu, bahkan aku tidak tahu account instagrammu, path-mu, facebook-mu, dan semua account social media-mu aku tak pernah tahu. Hmm, aku bukannya tak tahu, tapi aku tak ingin mencari tahu. Karena aku ingin, kekagumanku padamu berhenti sampai disini. Aneh rasanya terus mengagumimu yang kini entah dimana. Kita dulu pernah begitu dekat, sangat dekat, tapi orang lain tak pernah tahu. Aku merindukan god...