Postingan

Jangan Salahkan Jarak

Untuk seseorang yang saat ini menyeka waktuku untuk merindukannya, Hai kamu! Sudah hampir 4 tahun kita berpisah dan tak pernah lagi bertemu. Bagaimana kabarmu saat ini? Baik-baik sajakah? Semoga demikian. Sudah lama aku tak pernah lagi mendengar kabar tentangmu semenjak aku meninggalkan kota itu. Bagaimana kehidupanmu sekarang? Masih menyenangkan seperti dulu atau bagaimana? Lalu, bagaimana dengan ayahmu? Ayahmu yang dulu sering kau sebut menyebalkan, yang dulu sering kau ceritakan padaku. Aku bahkan masih ingat ketika kau menirukan mimik wajah ayahmu yang sedang memarahimu, kau bercerita dengan tertawa lebar meskipun kau bilang kau kesal dengan ayahmu. Mengenai hal bercerita, siapa sekarang yang menjadi tempatmu berkeluh kesah? Ah tak penting juga untuk aku mengetahuinya. Masih ingatkah denganku? Seseorang yang pernah menuliskan namamu dihatinya. Seseorang yang pernah berbagi kisah hidupnya bersamamu, seseorang yang pernah kau jadikan sahabat sekaligus kekasih bagimu. Hei, ...

14

14 februari 2014. semenjak gue punya blog atau lebih tepatnya gue suka nulis, hampir tiap tahunnya gue selalu nyempetin diri buat nulis di tanggal 14 februari ataupun tentang segala sesuatu yang pernah terjadi di tanggal 14 februari ini. iya sih, sekarang emang valentine's day, tapi yang mau gue tulis ini bukan tentang hari kasih sayang. gue gak pernah peduli sama valentine's day, sekalipun gue punya pacar ataupun engga. gue punya satu kenangan di tanggal 14 februari, itu yang ngebuat gue suka nulis tentang 14 februari. tentang seseorang yang berada di masa lalu. gue gak peduli meskipun banyak orang yang bilang gue gak bisa move on atau apapun itu, gue cuma mau mengenang hal yang menurut gue berarti buat gue. kejadiannya emang udah 2 tahun lalu. udah lama banget kan? haha, gue kadang ngerasa bego aja, dalam kurun waktu segitu lamanya gue masih mikirin orang yang udah berlalu dalam hidup gue. seseorang berada di dalam masa lalu memang bukan untuk dilupakan, tapi untuk dikenang...

Lagi-lagi Jatuh Cinta

Aku lupa kapan terakhir kali jatuh cinta, aku juga sudah lupa kapan terakhir kali sakit hati. Aku sudah lupa bagaimana gelinya kupu-kupu yang menari dalam perut, aku sudah lupa bagaimana rasanya berkali-kali melihat ke layar handphone berharap ada satu pesan singkat darinya, aku juga lupa bagaimana rasanya tersenyum hingga tertawa hanya karena membaca kata demi kata yang tertulis dalam pesan singkat dari orang yang dicintai, dan aku juga lupa bagaimana menyenangkannya menghabiskan waktu berdua hingga lupa caranya berpisan bersama dia, orang yang dicintai. Tapi semenjak itu, semenjak dia memaksa masuk dalam kehidupanku, semua rasa itu seakan kembali diingatkan. Dia seperti hujan yang menyejukan kemarau yang panjang, memberi kelegaan pada dahaga yang kehausan, memberi cahaya pada rasa pekat yang tak kunjung usai. Dia seperti datang untuk menyembuhkan segalanya. boleh aku bertanya satu hal Tuhan? Diakah jawaban itu? Aku tidak ingin larut pada cinta yang suatu saat bisa menika...

Jatuh Cinta itu...

Semua mahasiswa baris berdasarkan kelas. Berjejer rapi. Bagiku, semua kegiatan ini menyebalkan. Menyita waktu, menguras tenaga, dan tentunya tak ada yang bisa memberiku semangat kecuali..... dia. Laki-laki itu berhasil menyita perhatianku. Pandanganku tak pernah lepas dirinya.   Laki-laki itu memegang kamera ditangannya, dan tas kecil yang ia selempangkan dipundaknya. Lengkungan bibirnya membuatku berada dalam dunia yang entah mengapa membuatku tertawa geli dalam hati. Dia panitia dalam ospek ini, senior yang umurnya 2 tahun diatasku. Ospek ini memang menyebalkan, tapi entah, aku menikmati semua kegiatan ini selama aku bisa memandangnya. Ospek selesai. Ku pikir rasaku padanya hanya kekaguman sesaat. Tapi, kali ini berbeda. Setiap kali berpapasan dengannya di lorong-lorong kelas, aku menemukan desir aneh yang menjalar dalam hati. Tidak, ini bukan cinta! Tapi, entahlah. Aku menemukan secercah kebahagaian jika aku melihatnya, meskipun dari jauh. Aku bahkan hafal jam berapa di...

Singkat Kata, dari yang Merindukanmu

Tidak ada alasan pasti kenapa aku masih mau menuggu. Bertahan pada harapan yang mengambang dalam diri sendiri. Padahal seharusnya aku mencari dan menemukan kebahagiaan baru. Sama halnya sepertimu.. yang kini sudah menemukan kebahagiaan itu. Aku tidak tau bagaimana caranya menyampaikan dan menjelaskan rindu, ditengah segala pengabaian yang ada karena kau merindukan sosok yang lain. Aku benci pada hati yang selalu bisa melihatmu. Tapi mata, sedikitpun kamu tidak pernah melintas disana. Kamu masih begitu dekat di hati, dan di hatimu sudah ada orang lain yang melekat.  aku iri padanya yang menemani setiap tawamu. bolehkah aku menempati posisi itu lagi? memang sudah saatnya aku membunuh harapan-harapan dalam diri. merobohkan dinding pertahanan dengan ukiran namamu diatasnya. satu tahun bersama kenangan tentangmu, kurasa itu sudah cukup untuk menyakiti diri dan menyadarkan hati. semoga setelah hari ini, semua kenangan itu terbang bebas, tidak meninggalkan jejak. hingga a...

Selamat Tinggal

Gambar
hari ini aku akan menutup pintu ini menguncinya dengan rapat  hingga tak ada celah untukmu membukanya, walaupun hanya sedikit  ini tekatku!  aku membencimu hari ini meski aku tak pernah menginginkannya  aku benci!  aku benci pada sosokmu yang beraninya menorehkan luka  selamat tinggal.  semoga cinta ini segera hilang  hingga tak ada lagi benci yang terus berkembang

Selamat Ulang Tahun :)

27 oktober 2013. ini mungkin semacam tulisan yang telat di posting hehe. Sebelumnya, selamat malam kamu. Atau mungkin selamat pagi, atau selamat siang, atau selamat sore ketika kamu membaca ini? Ah bahkan mungkin ini tulisan yang tidak akan pernah terbaca olehmu. Apa kabarmu? Aku sudah tak pernah mendengar kabarmu sesering dulu. Kita sudah berada begitu jauh, bukan hanya jarak antara surabaya dan malang, tapi juga tentang hati yang dulu pernah saling berpautan dan kini kita sudah berbeda, jauh.. jauh dari kata kita, jauh dari apa yang dulu pernah kita perkirakan. Aku hanya ingin memastikan, kau baik-baik saja saat ini. Teruntuk mantan kekasihku, bagaimana kelanjutan mimpi-mimpi kita yang dulu pernah terangkai? Aku masih mengingat semuanya. Bagaimana dengan kamu? Pasti sudah lupa ya? Iya aku tau. Bersamaku dulu mungkin sudah seperti bukan bagian dari hidupmu. Sedangkan aku, aku masih menyimpannya dengan rapi, kuanggap bagian dari hidupku yang paling berarti. Iya, mungkin aku...