Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Patah Hati Terhebat

Wanita itu masih sesenggukan disebalahku. Sudah satu jam, dan air matanya tak kunjung berhenti mengalir. “kau tak lelah menangis?” ucapku. Dia hanya diam. Aku-pun mengalihkan pandangan. “kau tahu, di luar sana, masih banyak manusia yang sama terlukanya sepertimu.” Dia menoleh. “bahkan, banyak dari mereka yang lebih terluka dibanding   kau yang menangis sesenggukan hanya karena laki-laki sialan itu memilih wanita lain.” Ucapku sinis. “tapi, hatiku tetap saja terluka. Kau tidak tahu rasanya!” nadanya sedikit meninggi. Ku sunggingkan sebelah bibirku “kau bahkan tidak tahu luka seperti apa yang pernah menganga lebar dihatiku.” Dia menatapku heran. “lukamu itu bisa sembuh, setelah satu dua bulan kau akan mulai terbiasa. Paling lama setahun dua tahun, atau setelah kau menemukan penggantinya, lukamu akan lekas membaik dan kau akan menganggapnya angin lalu.” “kau bisa berkata seperti itu karena kau tidak merasakannya!” Dia memarahiku. “hey, justru aku ...